Senin, 20 Februari 2012

Aku dan Hidupku

Sekarang umurku 16 tahun. Aku sudah hidup dalam keluarga yang sederhana, tanpa restaurant mewah yang selalu teman-teman ceritakan, bukan barang-barang mewah yang selalu di tawarkan, bahkan akupun tidak pernah melihat barang baru di rumah. Semua tidak baru. Ayahku lebih senang membeli barang rusak yang kemudian di perbaiki sedemikian rupa. Aku punya banyak barang tapi aku belum pernah melihat barang-barang itu bersama dengan kardusnya. Tapi aku tetap bahagia. Sedangkan adik kecilku, setiap apa yang di inginkan, tidk pernah di tolak. Dan semua yang di berikan selalu tidak pernah bertahan lebih dari satu tahun.
Aku iri. Setiap berganti tahun ajaran baru, adikku selalu dapat buku-buku yang sudah di sampul rapi dan di tuliskan namanya, waktu aku SD dulu, ibukku pun tidak pernah mau menuliskan namaku di atas sebuah buku tulis. Meski hanya sebuah. Rak dan buku-bukuku selalu ku tata di atas meja belajar. Tapi adikku, tidak pernah meletakku buku-bukunya di rak, kalau bukan aku yang membersihkannya dan membuatkannya rak manis, ya ibuku yang hanya menumpukknya di atas meja. Aku tidak pernah di temani belajar, meski hanya ½ jam. Aku selalu belajar semauku. Tidak ada yang setiap hari menyuruhku belajar. Saat ini, hampir setiap hari ibuku harus mengecek ke sekolah untuk adikku.
Bersambung.. sudah malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar